BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2016

Tips Mencegah Perut Buncit bagi Wanita

Tips Mencegah Perut Buncit bagi Wanita

Mencegah Perut Buncit bagi Wanita
Untuk urusan penampilan tidak ada yang bisa membantah jika kaum wanitalah yang memang jauh lebih memperhatikan penampilannya. Salah satu masalah yang menjadi kekhawatiran besar dari kaum wanita adalah ukuran pinggangnya. Masalah perut buncit tentu menjadi masalah yang serius bagi penampilan Anda, tapi tunggu dulu selain bisa membuat penampilan Anda tidak menarik perut yang buncit ternyata juga menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti diabetes, stroke, jantung bahkan kematian. Namun, Anda tidak perlu khawatir ladies, untuk mencegah perut buncit Anda bisa melakukannya dengan beberapa cara. Salah satunya adalah memulai kebiasaan sehat dan menghindari kebiasaan buruk. Apa saja kebiasaan yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan untuk mencegah perut buncit bagi wanita? berikut ulasannya.
Mencegah Perut Buncit bagi Wanita
Perhatikan pola makan
Pola makan yang buruk adalah salah satu penyebab perut menjadi buncit. Nah, ladies untuk mencegahnya maka tentu Anda harus membiasakan pola makan yang sehat. Mulai sekarang hentikan kebiasaan makan terlalu larut malam karena hal tersebut dapat mengganggu pencernaan makanan yang Anda konsumsi. Satu lagi, sebaiknya Anda juga tidak melampiaskan tekanan yang Anda alami dalam pola makan Anda, karena hal tersebut membuat Anda kesulitan untuk makan berlebihan yang tentunya menyebabkan perut Anda membuncit. Untuk makan malam sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi makanan dalam porsi besar dan pastikan Anda tidur minimal 3 jam setelah makan.

Berhenti minum minuman yang berkarbonasi
Seperti yang dilansir dari salah satu media ternama tanah air, minuman berkarbonasi atau minuman bersoda (termasuk soda diet) ternyata juga bisa membuat perut Anda membuncit. Bahkan dari hasil penelitian wanita yang rutin minum minuman bersoda setiap hari nyatanya dapat menyebabkan perut membuncit dua sampai tiga kali lebih cepat. Nah, untuk mencegahnya sebaiknya Anda memilih meminum minuman yang lebih sehat seperti jus buah atau air putih.

Penuhi asupan protein
Asupan protein juga dapat membantu Anda mencegah perut buncit, pasalnya asupan protein yang cukup ternyata dapat membantu Anda mencegah nafsu makan yang berlebihan akibat laju hormon yang tidak terkontrol. Nah, jika Anda bisa mencegah makan berlebih maka tentu sistem pencernaan Anda lebih maksimal dan tentu juga mencegah penumpukan lemak di perut Anda.

Tidur teratur
Pola tidur yang buruk ternyata juga termasuk sebagai salah satu penyebab masalah penumpukan lemak di perut. Menurut para pakar orang dewasa membutuhkan setidaknya 6-8 jam tidur pada malam hari. Saat waktu tidur tersebut tidak terpenuhi maka hormon stres Anda akan meningkat yang akan mendorong nafsu makan Anda menjadi buas! Nah, untuk mencegahnya peningkatan hormon stres tersebut maka sebaiknya Anda tidur yang cukup setiap malamnya.

Sumber : segiempat.com

Jumat, 26 Februari 2016

Tips Mengobati Flu untuk Ibu Hamil

Tips Mengobati Flu untuk Ibu Hamil

Ilustrasi Aladokter.com
Semuanya menjadi berubah ketika hamil. Segala sesuatu yang ibu lakukan akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang dikandung. Prinsip inilah yang membuat penanganan flu menjadi berbeda dengan orang dewasa pada umumnya, termasuk pemilihan obat flu untuk ibu hamil.

Sebelum hamil, mungkin bunda biasa mengkonsumsi obat flu yang banyak dijual di pasaran, diantaranya yang mengandung dekongestan untuk meredakan hidung tersumbat, antihistamin yang mengatasi rasa gatal di hidung atau pun tenggorokan. Saat sekarang sedang hamil, maka bunda harus berfikir, amankah obat flu yang biasanya itu untuk ibu hamil? apa efeknya terhadap janin?

Untungnya, tidak semua obat dilarang pada ibu hamil, masih banyak obat dapat dipilih saat hamil, sehingga mengobati flu atau pilek selama kehamilan tidak serumit yang bunda bayangkan.

Tahukah Anda bahwa wanita hamil lebih berisiko untuk tertular flu, dan memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi dibandingkan dengan dengan wanita yang tidak hamil. Komplikasi flu dapat berupa pneumonia, bronkitis, atau infeksi sinus. Mendapatkan vaksinasi flu sebelumnya dapat mengurangi risiko infeksi dan komplikasi.

Prinsip pengobatan agar efektif adalah kita mengetahui penyebab dan gejala penyakit. Flu disebabkan oleh virus, biasanya virus flu bisa mati ketika berhadapan dengan daya tahan tubuh kita secara alami, maka kita lakukan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Gejala fluyang sering muncul berupa demam, bersin-bersin, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan pegal-pegal.

Cara Aman Mengobati Flu  untuk Ibu Hamil
Perawatan sederhana untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat bunda terapkan guna mengatasi flu ketika hamil meliputi:
  • Banyak istirahat
  • Minum banyak cairan
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk mengatasi sakit tenggorokan atau batuk

Pengobatan Alami Flu pada Ibu hamil untuk mengatasi beberapa gejala:
  • Tetes hidung yang terbuat dari air bercampur garam, berguna untuk melegakan hidung tersumbat, mengencerkan lendir hidung dan menenangkan jaringan hidung meradang.
  • Menghirup uap air hangat, berguna untuk melonggarkan saluran nafas. Salah satu caranya dengan mandi air hangat.
  • Sup ayam membantu meredakan peradangan pada tenggorokan
  • Minum madu dicampur lemon dapat membantu meringankan sakit tenggorokan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Tidur dengan kepala lebih tinggi, mengurangi sesak dan melonggarkan saluran nafas.

Bagaimana dengan Obat Flu? Bolehkah untuk ibu hamil?
Menurut University of Michigan Health System hal yang terbaik adalah menghindari semua jenis obat flu dalam 12 minggu pertama kehamilan. Itu saat yang kritis bagi perkembangan organ vital bayi. Banyak dokter juga menyarankan hati-hati menggunakan obat flu setelah 28 minggu kehamilan. Berbicaralah dengan dokter sebelum mengambil obat apa pun jika Anda sedang hamil, atau berencana untuk hamil.

Beberapa jenis obat flu untuk ibu hamil yang dianggap aman setelah 12 minggu kehamilan, termasuk:
  • Dextromethorphan obat batuk kering.
  • Vicks sirup obat batuk biasa.
  • Vicks vaporub atau yang sejenis untuk digosok pada dada, kening, dan bawah hidung.
  • Parasetamol untuk menurunkan demam, sakitn kepala, dan nyeri.
  • Ekspektoran siang hari.
  • Antasida atau obat serupa untuk mengatasi mual, sakit perut uluhati dan kembung.

Ibu hamil harus menghindari penggunaan obat flu yang berisi obat kombinasi, obat ini sering ada di pasaran dengan nama obat flu, obat cold dan flu, obat batuk pilek, dan sebagainya. Sebaliknya, gunakanlah obat tunggal untuk mengatasi gejala yang Anda alami saja seperti contoh di atas.

Selama kehamilan, bunda juga harus menghindari obat berikut ini kecuali direkomendasikan oleh dokter.
  • Ibuprofen (obat nyeri, demam, sakit kepala)
  • Kodein (obat batuk)
  • Bactrim (antibiotik)
  • Naproxen (Obat antinyeri)
  • Aspirin

Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar pilek tidak menimbulkan masalah bagi bayi yang belum lahir, flu bisa menimbulkan gejala serius. Komplikasi flu dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan cacat lahir.

Oleh karena itu, dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala berikut:
  • Pusing
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada / tekanan
  • Pendarahan dari jalan lahir
  • Kebingungan
  • Muntah parah
  • Demam tinggi yang tidak turun setelah minum parasetamol
  • Gerakan janin berkurang

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati…

Bagaimana agar tidak mudah tertular flu? berikut hal-hal yang dapat dilakukan:
  • Sering mencuci tangan
  • Tidur yang cukup
  • Makan makanan yang sehat
  • Menghindari kontak dekat dengan keluarga atau teman yang sakit
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengurangi stres

Ingat, ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat, termasuk obat flu yang bahkan banyak dijual bebas tanpa resep dokter.

Sumber : Aladokter.com

Kamis, 25 Februari 2016

Benjolan Dan Tumor Payudara Belum Tentu Kanker

Benjolan Dan Tumor Payudara Belum Tentu Kanker

Gambar by Alodokter.com
Jangan takut apabila Anda menemukan benjolan di sekitar payudara. Benjolan payudara tidak semua menandakan kanker. Pada beberapa kasus, benjolan ini adalah kondisi atau tumor payudara nonkanker yang umumnya tidak berbahaya.

Tumor jinak pada payudara umumnya membentuk benjolan pada payudara. Kondisi ini terjadi ketika ada sel-sel payudara yang berkembang secara tidak normal dan cepat. Namun tidak semua benjolan payudara adalah tumor atau kanker. Ada beberapa penyebab benjolan pada payudara yang jauh lebih umum daripada tumor dan kanker.

Benjolan payudara bisa memiliki karakter seperti berikut:
  • Kista payudara berisi cairan.
  • Benjolan menyebabkan nyeri.
  • Jika berukuran besar, benjolanpayudara dapat mengubah bentuk dan ukuran payudara.
  • Jika berkembang pada jaringan dalam saluran susu, maka dapat menyebabkan munculnya cairan dari puting.

Jenis dan Penyebab Benjolan
Secara umum benjolan payudara dapat disebabkan beberapa hal sebagai berikut:

Fibroadenoma
Merupakan tumor jinak pada payudara yang paling umum terjadi. Fibroadenoma umumnya memilliki ciri-ciri di antaranya, tidak terasa nyeri, dan jika diraba terasa padat, bulat, sekaligus kenyal dan dapat bergeser.

Tumor jinak paling sering dialami wanita usia 20 – 30 tahun. Fibroadenoma terjadi ketika tubuh membentuk jaringan kelenjar susu berlebihan. Fibroadenoma umumnya dapat hilang dengan sendirinya, tapi terkadang dapat juga tinggal dan membesar, terutama saat hamil. Penyebab fibroadenoma umumnya tidak diketahui dengan pasti. Namun,  karena kondisi ini banyak dialami wanita menopause dan pasca-menopause yang menjalani terapi penggantian hormon, maka diduga fibroadenoma akibat perubahan kadar hormon estrogen. Fibroadenoma yang tidak kunjung hilang umumnya ditangani dengan operasi.

Perubahan fibrosistik/ fibroadenosis
Perubahan fibrosistik adalah perubahan payudara akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan. Kondisi ini menjadi penyebab umum tumor jinak pada wanita usia 35 – 50 tahun. Wanita yang mengalami perubahan fibrosistik umumnya mengalami:
  • Memiliki benjolan pada satu atau kedua payudara. Benjolan ini bertambah besar dan mengeras sebelum masa menstruasi.
  • Benjolan yang dirasakan dapat terasa keras ataupun lunak dan dapat terdiri dari satu atau beberapa benjolan.
  • Terkadang keluar cairan dari puting.
  • Nyeri pada payudara.
  • Perubahan ukuran payudara.

Gejala-gejala di atas dapat berbeda pada setiap wanita.  Oleh karena lansia tidak lagi mengalami menstruasi, maka kondisi ini umumnya tidak dialami setelah wanita berusia 50 tahun ke atas. Fibrosistik tidak memerlukan penanganan khusus. Namun dokter biasanya akan memberikan resep untuk membantu meredakan nyeri saat datang bulan. Benjolan dan rasa sakit yang disebabkan oleh fibrosistik umumnya akan reda setelah menstruasi.

Kista sederhana
Merupakan benjolan berisi cairan yang biasanya terbentuk pada satu atau kedua payudara dengan jumlah dan ukuran yang berbeda. Ukuran dan lunak atau kerasnya berubah sesuai siklus menstruasi. Kondisi ini tidak memerlukan operasi dan dapat ditangani dengan prosedur jarum aspirasi halus. Jarum digunakan untuk menyerap beberapa sel keluar dari benjolan payudara. Jika benjolan ini adalah kista, maka akan mengempis setelah cairan dikeluarkan. Kondisi yang paling sering dialami wanita 30-60 tahun ini umumnya tidak mendatangkan gejala lain. Hormon diduga menjadi penyebab timbulnya kista payudara ini.

Papiloma intraduktal
Kondisi yang umumnya terjadi pada wanita berusia 45-50 tahun ini berbentuk seperti benjolan kecil menyerupai kutil pada dinding saluran susu dekat puting. Pada beberapa kasus papiloma intraduktal dapat menyebabkan perdarahan dari puting. Papiloma intraduktal dapat ditangani dengan operasi.

Lemak nekrosis traumatik
Lemak pada payudara membentuk benjolan yang umumnya berbentuk bulat, padat, kencang, tapi tidak terasa nyeri. Kondisi ini terjadi akibatcedera pada payudara. Umumnya kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus.

Kapan Perlu ke Dokter?
Kendati setiap benjolan pada payudara bukan menandakan kanker, namun Anda disarankanmemeriksakan diri ke dokter. Anda mungkin tidak akan tahu apakah benjolan pada payudara Anda bersifat kanker atau tidak sebelum diperiksa atau diuji secara medis. Berikut ini gejala-gejala yang perlu diwaspadai terkait kanker payudara:
Terdapat benjolan atau penebalan pada payudara atau di dekat payudara seperti di ketiak yang tetap terasa setelah masa haid selesai. Benjolan tidak bisa bergeser ke kanan kiri ketika disentuh.
  • Terdapat area yang jelas terasa atau terlihat berbeda pada salah satu atau kedua bagian payudara.
  • Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur payudara.
  • Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada puting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-tanda peradangan, atau bersisik.
  • Keluar cairan bening atau berdarah dari payudara.
  • Payudara atau ketiak terasa nyeri terus menerus.
Sebagai tindak lanjut pemeriksaan payudara secara mandiri, Anda bisa menggunakan mamogram yakni tes di rumah sakit untuk mendeteksi penyebab benjolan.  Lebih lanjut, bisa juga dengan cara biopsi untuk mengetahui apakah benjolan pada payudara bersifat jinak atau merupakan kanker. Pada biopsi, sebagian atau seluruh bagian benjolan diangkat untuk lebih lanjut diperiksa. Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kesehatan pasien.

Sumber : Alodokter.com

Puting Payudara Gatal, Mungkin Ini Sebabnya

Puting Payudara Gatal, Mungkin Ini Sebabnya

Gambar by Alodokter.com
Bagi para wanita, mungkin Anda pernah tiba-tiba merasa puting payudara terasa gatal. Rasa gatal bisa bersifat ringan dan parah.

Karena rasa gatal yang muncul berbeda keparahannya, intensitas keinginan untuk menggaruk pun bisa datang sesekali atau terus-menerus. Rasa gatal pada puting payudara ini disebabkan oleh beberapa faktor, bisa karena akibat kulit kering atau yang paling parah akibat kanker.

Meski sangat ingin menggaruk, sebaiknya Anda berhati-hati. Pasalnya, garukan yang terlalu sering tersebut bisa merusak kulit. Kulit di sekitar area payudara dapat memerah, pecah-pecah, menebal atau membengkak.

Beberapa penyebab lain gatal pada puting payudara adalah:
  • Eksim. Kondisi ini berupa kulit kering, gatal, bersisik, merah, sampai pecah-pecah, perdarahan dan pengerasan kulit. Eksim sering diperparah oleh bakteri bernamastaphylococcus aureus. Kondisi ini biasanya berlangsung kronis atau jangka panjang.
  • Kehamilan. Payudara biasanya akan membesar saat masa kehamilan. Peregangan ini dapat memicu gatal-gatal disertai kulit megelupas.
  • Menyusui. Permasalahan umum yang kerap menimpa ibu menyusui adalah mastitis (infeksi pada jaringan payudara) karena kemungkinan ibu menyusui mengalami penyumbatan air susu atau terekspos bakteri. Dua hal tersebut bisa memicu mastitis. Infeksi pada jaringan payudara ini bisa membuat puting gatal, bengkak, merah disertai nyeri atau sensasi terbakar saat menyusui.
  • Olahraga. Jika Anda rutin berlari, bisa jadi rasa gatal disebabkan oleh gesekan antara puting payudara dengan pakaian. Bila dibiarkan akan terjadi iritasi, luka, hingga puting pecah-pecah dan berdarah.
  • Kanker payudara. Jenis kanker payudara yang meninggalkan rasa gatal pada puting yaitu paget’s disease. Ini merupakan jenis kanker payudara  yang jarang terjadi. Selain gatal, gejala yang ditimbulkan di antaranya adalah kemerahan, benjolan pada payudara, puting menjadi rata, keluar cairan dari puting, serta perubahan kulit puting atau payudara.
  • Rasa gatal pada puting payudara dapat diperparah jika area tersebut bersentuhan dengan parfum, sabun, serta baju yang terbuat dari wool dan serat buatan.

Cara Mengatasi Gatal Puting Payudara
Cara mengatasi gatal pada puting payudara tergantung dari penyebabnya. Jika Anda mengalami eksim, disarankan untuk menjaga kelembapan alami kulit dengan mengurangi kontak dengan air dan penggunaan sabun. Untuk pengobatannya, kondisi ini biasanya diatasi dengan salep yang mengandung emolien dan steroid.

Bagi yang hobi olahraga lari, Anda bisa memakai krim yang dapat melindungi puting dari gesekan seperti petroleum jelly. Atau bisa juga menempelkan plester medis pada puting.
Sedangkan bagi ibu hamil dan menyusui, Anda bisa mengenakan bra yang terbuat dari katun sehingga aliran udara pada payudara lancar serta hindari pemakaian sabun. Cara lain bisa juga dengan mengolesi puting dengan parafin putih lunak atau lanolin murni juga bisa dilakukan guna mengobati pecah-pecah dan perdarahan pada area itu.

Untuk penanganan lebih lanjut, dianjurkan konsultasi ke dokter demi terhindar dari pemakaian zat-zat yang dapat membahayakan bayi Anda. Begitu pula dengan gatal pada puting payudara yang disebabkan oleh kanker.

Segera kunjungi dokter jika gatal pada puting payudara Anda tidak kunjung membaik. Terlebih apabila kondisinya kian memburuk seperti menimbulkan rasa nyeri yang parah, puting terbalik (masuk ke dalam), keluar darah atau cairan berwarna kuning atau cokelat, dan perubahan kulit menyerupai kulit jeruk.

Sumber : Alodokter.com

Lindungi Dirimu Sendiri, Waspadai Gejala Awal Kanker Payudara

Lindungi Dirimu Sendiri, Waspadai Gejala Awal Kanker Payudara

Gambar by alodokter.com
Sebenarnya pada tahap awal, kanker payudara pada umumnya tidak mendatangkan gejala apa pun. Oleh karenanya, penting untuk melakukan deteksi dini kanker payudara, termasuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan pemeriksaan payudara di fasilitas kesehatan secara rutin.

Seperti kanker pada umumnya, kanker payudara adalah penyakit yang sulit dideteksi pada masa awal. Gejala umumnya baru terasa saat sel kanker sudah mulai berkembang dan terasa. Maka dari itu, di samping mewaspadai adanya ketidaknormalan yang mungkin terjadi, pemeriksaan payudara secara berkala dibutuhkan agar gejala awal kanker payudara dapat segera terdeteksi.

Berikut panduan mengenai ciri-ciri yang dapat menjadi gejala awal kanker payudara:
  • Adanya benjolan pada payudara atau ketiak yang tidak hilang setelah masa menstruasi. Lebih jauh, sebenarnya ada banyak penyebab adanya benjolan pada payudara. Benjolan yang merupakan kanker cenderung akan terasa keras, tidak terasa sakit, dan dengan pinggiran yang tidak rata. Namun ada juga benjolan kanker yang terasa nyeri, lunak, dan dengan pinggiran yang rata. Inilah yang menjadi sebab mengapa setelah merasakan adanya benjolan pada payudara, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk mendeteksi semua kemungkinan sejak dini.
  • Selain itu, walaupun mungkin belum terasa saat diraba, tapi benjolan ini dapat terdeteksi jauh-jauh hari melalui mammogram. Maka dari itu, pemeriksaan secara berkala menggunakan mammogram memberikan lebih banyak kesempatan bagi para pengidap untuk dapat mendeteksi gejala awal kanker payudara bahkan sebelum terasa.
  • Perubahan pada puting, seperti puting yang melesak, terasa perih, mengeluarkan cairan, ataupun terasa gatal.
  • Payudara terasa nyeri terus menerus. Meski demikian, payudara yang sakit dapat juga disebabkan oleh hal-hal lain, seperti penggunaan pil kontrasepsi, program kesuburan, penggunaan bra yang tidak sesuai, kista, ataupun stres. Untuk memastikan penyebab, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter.
  • Ada cekungan pada payudara.
  • Terdapat ruam bersisik pada puting. Kondisi ini merupakan gejala penyakit Paget’s, yang dapat terkait dengan adanya kanker payudara.
  • Payudara berubah dalam hal ukuran, permukaan, tekstur, ataupun suhu. Permukaan kulit payudara yang berlubang-lubang kecil, seperti kulit jeruk dan berwarna kemerahan adalah tanda kanker payudara tahap lanjut.
  • Muncul cairan dari puting yang berwarna, jernih, ataupun berdarah. Selain karena sel kanker, cairan payudara juga dapat terjadi karena infeksi.
  • Adanya permukaan payudara yang tampak berbeda dengan area keseluruhan.
  • Adanya ruam pada atau di sekitar puting.

Ada kalanya sel kanker tidak muncul sebagai benjolan yang besar pada payudara, tapi sudah menyebar melalui kelenjar getah bening ke tulang leher ataupun ketiak dan menyebabkan benjolan pada area tersebut. Oleh sebab itu, meski pada wanita 90 persen benjolan pada payudara bersifat bukan kanker, tapi untuk memastikannya, lebih baik segera periksakan diri ke dokter. Selain itu, tidak hanya pada wanita, meski tidak umum,kanker payudara juga dapat terjadi pada pria dengan gejala awal kurang lebih serupa.

Saat memeriksakan ciri-ciri yang Anda rasakan atau duga sebagai gejala awal kanker payudara ke dokter, pertama-tama dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa permukaan payudara, puting, dan ketiak. Dokter juga akan menanyakan hal-hal umum, seperti apakah sudah memiliki anak dan menyusui, obat-obatan yang pernah atau sedang dikonsumsi, serta gaya hidup.

Oleh karena sebagian kanker payudara terkait dengan genetik, maka dokter kemungkinan besar akan menanyakan riwayat kesehatan anggota keluarga. Pemeriksaan dengan mammogram umumnya digunakan untuk menemukan dan mendeteksi apakah benjolan pada payudara bersifat jinak atau ganas. Ultrasound, MRI, ataupun biopsi dapat juga digunakan untuk mengonfirmasi hasil.

Pada akhirnya, mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas bukan berarti Anda dinyatakan mengalami kanker payudara, tetapi tidak ada salahnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan sedini mungkin demi mendapatkan penanganan yang tepat. Sebagai pemeriksaan awal di rumah, Anda bisa memeriksa payudara sendiri dengan menggunakan tangan untuk mendeteksi adanya benjolan yang tidak biasa.

Sumber : Alodokter.com

Senin, 01 Februari 2016

Tips Meredakan Nyeri Haid dengan Makanan

Tips Meredakan Nyeri Haid dengan Makanan

Foto: Thinkstock/9nong
Rasa sakit dan nyeri umum dialami wanita saat menstruasi, terutama di hari-hari pertama. Beberapa wanita merasakan nyeri tak tertahankan hingga kesulitan bergerak, sebagian lagi hanya mengalami sakit ringan namun tetap cukup mengganggu aktivitas.

Sakit saat menstruasi, atau istilah medisnya dysmenorrhea biasanya banyak dialami remaja wanita dan wanita muda. Selain nyeri beberapa wanita juga dilaporkan mengalami kram perut akibat datangnya haid. Tak jarang dari mereka yang terpaksa izin tidak masuk kantor karena rasa sakit yang tak tertahankan.

Nyeri, kram atau sakit akibat menstruasi bisa diredakan dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan. Tidak langsung menghilangkan sakit namun setidaknya akan membantu para wanita merasa lebih nyaman di tengah-tengah periode haid nya.
Pakar diet dan nutrisi klinis Pooja Makhija menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, lebih direkomendasikan jenis yang sederhana karena mudah dicerna dan efeknya lebih cepat. Karbohidrat bisa didapatkan dari roti tawar, nasi, prata atau kentang. Jangan lupakan juga protein.

"Protein dari sumber berkualitas baik membantu meredakan sakit bulanan karena luruhnya dinding rahim," ujar Pooja seperti dikutip dari Times of India.

Sejumlah pakar nutrisu juga menyarankan konsumsi banyak buah-buahan, susu dan sayuran berwarna hijau. Bahan-bahan makanan tersebut bermanfaat melancarkan keluarnya darah saat menstruasi. Jangan lewatkan juga makanan mengandung vitamin D3 yang banyak terkandung pada keju, kuning telur dan ikan-ikanan.

Meredakan nyeri haid secara alami dengan makanan akan lebih baik ketimbang Anda mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit. Nyeri haid reda, nutrisi pun tercukupi dan tubuh Anda lebih sehat.

Sumber : wolipop.detik.com

Minggu, 24 Januari 2016

Manfaat yoga bagi wanita menopause

Manfaat yoga bagi wanita menopause
image doktersehat.com
Olahraga yoga saat ini sepertinya sedang naik daun. Banyak orang sekarang yang menekuni olahraga satu ini baik wanita maupun pria karena memang banyak sekali manfaatnya bahkan tak jarang dari kalangan artis sering sekali melakukan olahraga ini untuk menjaga kesehatannya. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ternyata juga memiliki manfaat positif pada seorang wanita yang sudah mengalami menopause.

Menopause adalah penghentian secara fisiologis dan permanen siklus menstruasi (haid) dari seorang wanita akibat hilangnya aktivitas folikular ovarium. Setelah 12 bulan berturut-turut, periode menstruasi terakhir secara retrospektif ditetapkan sebagai menopause. Biasanya seorang wanita akan mengalami menopause saat usia 45-65 tahun, namun ini sangat bervariasi. Menopause tentunya merupakan hal yang alamiah terjadi dan dialami oleh wanita. Pada saat menopause maka produksi hormon estrogen pada wanita tersebut menurun karena sel telur yang telah habis dalam ovarium. Penurunan hormon estrogen ini menyebabkan berbagai gejala dan tanda saat masa menopause datang.

Tentunya akan terjadi banyak perubahan dalam diri wanita menopause dibandingkan dengan sebelum mereka mengalami menopause salah satunya adalah gangguan tidur yaitu insomnia, dimana wanita menopause cenderung mengalami insomnia lebih sering dibandingkan sebelum mereka mengalami menopause.

Penelitian terbaru di Amerika mengungkapkan bahwa melakukan yoga rutin setiap harinya dapat mengurangi episode insomnia pada wanita menopause. Pada minggu ke 12, yoga ternyata berhubungan dengan perbaikan insomnia dalam merubah insomnia severity index. Katharine Newton (PhD), investigator senior dari Group Health Research Insititute mengatakan bahwa banyak wanita menopause menderita insomnia dan merupakan kabar baik bagi mereka bahwa ternyata yoga dapat mengurangi gejala tersebut.

Hasil penelitian ini tentunya memberi dampak yang sangat baik terutama bagi wanita yang telah menopause yang menderita insomnia. Mereka bisa mulai melakukan yoga misalnya saja mulai mendaftar kursus di sanggar dengan menggunakan trainer ataupun melakukannya sendiri di rumah. Saat ini sudah banyak tutorial yoga yang bisa dilihat dan ditiru dari berbagai video sehingga ini akan sangat memudahkan. Yoga yang dilakukan setiap hari tentunya akan memberikan hasil yang baik. Namun bila Anda masih pada tahap awal, seminggu sekali pun juga merupakan langkah yang baik. Yang terutama adalah niat dari dalam diri masing-masing.

Doktersehat.com
 
Copyright © 2014 newblogws3