BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2016

Inilah Pesona Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul Jogja

Inilah Pesona Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul Jogja

Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul Jogja
Ilustrasi gambar via initempatwisata.com
Objek wisata Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul disebut-sebut memiliki kemiripan dengan sebuah destinasi wisata di Amerika Serikat yang terkenal, yakni Grand Canyon Arizona.

Selama ini, Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta identik dengan gugusan bukit kapur yang gersang dan tandus. Tiada yang salah dengan persepsi banyak kalangan tentang daerah ini.
Tetapi, justru di Gunung kidul terdapat tak kurang dari 15 pantai Gunungkidul yang menawan, tujuan wisata goa yang unik, serta panorama air terjun yang memikat.

Gunungkidul masih menyimpan potensi alam berupa aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Salah satunya terlihat dari Air Terjun Sri Gethuk ini. Uniknya, aliran air terjun ini tidak mengenal musim, baik musim hujan atau kemarau panjang sekalipun dengan tetap mengalir tanpa henti.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul adalah keunikan alam yang sungguh sayang jika dilewatkan, terutama ketika Anda sedang berwisata ke Yogyakarta. Anda hanya perlu menaiki kendaraan dan melintasi hutan kayu putih milik Perhutani untuk dapat sampai di lokasi.

Pada sebuah area pemancingan yang juga berfungsi sebagai area parkir, perjalanan menuju air terjun harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Ada dua opsi jalan yang bisa dilalui, yang pertama dengan menyusuri jalans setapak. Sepanjang perjalanan Anda akan menyaksikan hamparan sawah dihiasi lambaian nyiur kelapa.

Sementara opsi kedua terbilang cukup ekstrim, Anda harus melintasi derasnya arus Sungai Oya dengan rakit sederhana yang terbuat dari papan dan drum bekas.
Perahu rakit yang membawa ke lokasi air terjun via yogyatrip.com
Perjalanan menuju objek wisata Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul ini akan sangat menyenangkan jika dilakukan pada pagi hari, terlebih lagi apabila Anda memilih opsi melintasi Sungai Oya.

Di pagi hari, arus Sungai Oya masih terbilang tenang sehingga perjalanan dipastikan akan nyaman sembari menikmati hangatnya sapaan mentari pagi.

Di sepanjang aliran sungai, perdu dan belukar terlihat begitu hijau alami di tengah kokohnya tebing-tebing Karst yang melindunginya pada sisi kanan dan kiri sungai. Suara rakit yang berirama menyibak jernihnya air seolah berpadu dengan nyanyian alam yang sungguh menentramkan jiwa.
Menyusuri Sungai Oya via telusurindonesia.com
Mitos Air Terjun Sri Gethuk
Dibalik kepopuleran Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul ini, terselip cerita yang melegenda berkaitan dengan lokasi dan penamaan air terjun tersebut.

Menurut kisah lokal, Air Terjun Sri Gethuk konon adalah tempat khusus untuk menyimpan Kethuk. Kethuk adalah alat musik atau gamelan milik makhluk halus, yakni Jin Anggo Meduro.
Papan selamat datang di kawasan wisata Air Terjun Sri Gethuk via piedab.blogspot.com
Inilah asal muasal penamaan air terjun ini menjadi Sri Getuk, yang diambil dari nama alat musik atau gamelan tersebut. Hingga sekarang, pada waktu-waktu tertentu masyarakat setempat masih sering mendengar alunan suara gamelan dari arah lokasi Air Terjun Sri Gethuk.

Pelangi di Air Terjun Sri Gethuk
Tak lebih dari 15 menit melintasi Sungai Oya, Anda akan tiba di lokasi Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul. Gemuruh air terjun mulai terdengar di telinga, mengundang rasa penasaran untuk segera menikmatinya dari dekat.

Batu-batuan yang terbentuk indah di bawah air terjun tersusun menyerupai undak-undakan laksana tepian kolam renang di rumah-rumah mewah.
Menikmati guyuran air terjun via agungwibowojogja.wordpress.com
Saat Anda memutuskan untuk lebih mendekat dan mandi di bawah air terjun, sejurus kemudian terasa seperti berada di negeri dongeng dimana air jernih melimpah mengguyur sekujur tubuh.

Kala musim hujan, Anda berkesempatan besar untuk menyaksikan pelangi indah di Air Terjun Sri Gethuk. Pesona pelangi yang menghiasi air terjun ini seolah membawa Anda pada kisah dongeng tentang bidadari berselendang pelangi.
Pemandangan Air Terjun Sri Gethuk di Gunungkidul via eibidiei.wordpress.com
Kawasan wisata Air Terjun Sri Gethuk sejatinya masih butuh pengembangan lebih serius dari stakeholder setempat. Sebab, air terjun Jogja yang indah ini memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata Gunungkidul yang populer.

Panaroma alam yang sungguh alami dan keasrian sepanjang perjalanan menuju lokasi terasa sungguh menyenangkan, ditambah pula dengan satwa-satwa liar yang berkeliaran bebas.
Panorama alami Air Terjun Sri Gethuk via amriholiday.blogspot.com
Rute Perjalanan ke Air Terjun Sri Gethuk
Jika Anda memulai perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta ke lokasi Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul, Anda dapat mengambil arah ke Wonosari. Ikuti terus jalan Jogja-Wonosari hingga sampai di pertigaan Gading. Di pertigaan tersebut, terdapat papan penunjuk arah dan ikutilah jalan sesuai petunjuk arah tersebut hingga Anda tiba di daerah Playen.

Di daerah Playen, terdapat banyak petunjuk arah menuju lokasi Air Terjun Sri Gethuk serta sejumlah objek wisata lainnya. Sebaiknya Anda mengambil arah melalui jalan beraspal meskipun berjarak sedikit lebih jauh dibandingkan jika melalui jalan off-road. Jalan off-road ini patut dihindari mengingat kondisinya yang lumayan buruk atau lebih tepatnya jalan yang berbatu.

Sumber : initempatwisata.com

Keunikan Air Terjun yang Mempesona, Pantai Jogan Gunungkidul

Keunikan Air Terjun yang Mempesona, Pantai Jogan Gunungkidul

Pantai Jogan Gunungkidul
Ilustrasi gambar via Initempatwisata.com
Perlu diketahui bahwa di antara puluhan wisata pantai di Yogyakarta, Pantai Jogan Gunung kidul merupakan satu-satunya pantai yang paling unik. Dengan kata lain, ada sebuah keistimewaan dari pantai ini yang tidak dimiliki oleh sederet pantai yang membentang di pesisir Gunungkidul ataupun daerah lain di Yogyakarta.

Bagaimana tidak, di Pantai Jogan Anda dapat menemukan aliran air terjun yang tepat berada di bibir laut yang mungkin tidak akan dapat dijumpai di daerah manapun di Indonesia.

Adalah pesona yang mengundang decak kagum ketika Anda menyaksikan satu karya alam dimana air terjun jatuh ke bibir laut dari balik bukit karst yang tersembunyi.

Mengunjungi sejumlah obyek wisata di Yogyakarta akan menorehkan kisah perjalanan yang berkesan kuat. Bukan hanya destinasi yang erat kaitannya dengan budaya dan peninggalan sejarah, kekayaan Yogyakarta akan wisata pantai adalah cerita tersendiri kala Anda mengunjungi pantai-pantai indah yang ada di sana.

Mulai dari Pantai Parangtritis hingga menikmati panorama indah di Pantai Indrayanti, Pantai Baron, dan termasuk Pantai Jogan Gunungkidul ini. Untuk dapat masuk, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Pantai Jogan sebesar Rp 5 ribu per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan untuk roda dua atau roda empat dan bis.

Pantai Jogan Gunungkidul
Posisi Pantai Jogan boleh dikatakan mirip dengan peraduan di mana keberadaannya diapit oleh perbukitan kapur dengan ciri khas tebing-tebing yang tinggi. Ketinggian air terjun yang jatuh dari tebing menuju bibir laut sejenak akan mengingatkan kita pada panorama indah McWay Beach Waterfall di California.
Pantai Jogan Gunungkidul
Ilustrasi gambar via Initempatwisata.com
Beberapa tahun lalu, keindahan Pantai Jogan Gunungkidul ini belum begitu terekspos sehingga tak banyak wisatawan asing maupun lokal yang datang ke tempat ini. Lokasi Pantai Jogan sendiri tepat berada di arah barat dari Pantai Siung Gunungkidul. Pantai Siung juga terkenal, terutama bagi para penikmat eksibisi, karena tebing-tebingnya yang tinggi adalah surga bagi para pemanjat.

Setelah melewati jalan beraspal dan tiba di kawasan wisata pantai ini, Anda akan melewati jalan setapak dengan dua buah sungai kecil di sisi kiri yang nantinya akan menyatu membentuk air terjun. Namun sayang, keindahan air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul ini sesungguhnya paling menarik tatkala disaksikan di musim penghujan. Saat musim kemarau, debit air terbilang sangat rendah selain pula aliran airnya dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat lokal.

Jika Anda ingin merasakan nikmatnya guyuran air terjun dari atas tebing, Anda harus turun mengikuti jalan setapak. Harap menjaga kehati-hatian sebab jalan biasanya cukup licin karena selalu basah. Anda dapat menggunakan kayu-kayu pegangan yang telah disediakan untuk menopang tubuh.
Pantai Jogan Gunungkidul
Ilustrasi gambar via Initempatwisata.com
Setelah batuan curam dan licin terlewati, Anda masih harus melewati batuan karang yang penuh dengan anak kepiting dengan warnanya yang transparan. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, sebab anak kepiting ini bukanlah dari koloni kepiting merah berbahaya sebagaimana yang menghuni Christmas Island di Australia. Umumnya, penduduk lokal gemar mengambil anak kepiting tersebut untuk dimasak menjadi lauk saat musim hujan tiba.

Selain itu, masih ada ada cara lain untuk menuruni tebing, yakni dengan tehnik Canyoning (rappeling) air terjun. Hanya saja, Anda harus menggunakan peralatan yang cukup dan memiliki kemampuan yang memadai. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan ratusan kupu-kupu liar yang bermain-main di bebatuan yang kering.
Pantai Jogan Gunungkidul
Ilustrasi gambar via Initempatwisata.com
Setelah menuruni jalanan yang licin dan curam serta ribuan anak kepiting liar yang menghuni batuan karang, Anda akan dapat menikmati keajaiban Pantai Jogan Gunungkidul yang menawan.

Sejauh mata memandang horizon di depan, langit senja di atas Samudera Hindia sungguh terlihat menakjubkan dan Anda dapat menjadi saksi eloknya Poseidon menghempas gululungan ombak dan melemparnya ke pantai. Sementara di belakang sana, gemuruh suara air terjun seolah mendendangkan orkestra alam yang menaikkan puji-pujian atas mahakarya Sang Pencipta.
Pantai Jogan Gunungkidul
Ilustrasi gambar via Initempatwisata.com
Suara air terjun ini terdengar bergemuruh di telinga, tetapi inilah momen terbaik di mana Anda dapat menikmati percikan airnya sebelum akhirnya menyatu di laut. Keindahan alam yang mempesona serta panorama langit yang begitu indah adalah suguhan yang dapat Anda nikmati di kawasan wisata Pantai Jogan Gunungkidul ini, seolah membantah anggapan bahwa Kabupaten Gunung kidul adalah wilayah yang gersang.

Rute Perjalanan ke Pantai Jogan Gunungkidul
Pantai Jogan Gunungkidul terletak di Desa Purwodadi atau berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Anda memerlukan waktu perjalanan sekitar 2 jam untuk dapat tiba di lokasi Pantai Jogan ini. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau motor dan menyusuri jalanan aspal yang terbilang mulus. Namun, perlu berhati-hari sebab jalanan berkelok-kelok. Ketika Anda telah tiba di Pos Retribusi Pantai Siung, itu artinya perjalanan Anda tinggal 400 meter lagi untuk dapat sampai di Pantai Jogan. Anda dapat mengikuti petunjuk arah yang tersedia di kawasan tersebut.

Jika Anda ingin menggunakan transportasi umum, maka Anda dapat berangkat dari terminal Giwangan Yogyakarta dengan mengambil bis jurusan Wonosari, selanjutnya berganti angkutan yang akan mengantarkan Anda menuju Desa Tepus atau arah Pantai Siung.

Sumber : Initempatwisata.com

Rabu, 17 Februari 2016

6 Pantai di Jogja Ini Cocok Banget Buat Prewed

6 Pantai di Jogja Ini Cocok Banget Buat Prewed

Gambar by Alvinfauzie.com
Gugusan pantai yang berada di Jogjakarta, membentang dari kabupaten Gunungkidul, hingga kabupaten Kulon Progo. Keindahan pantai di Jogja itu tidak kalah menarik dengan pesona yang ada di Bali.

Tak hanya untuk wisata, pantai-pantai di Jogja cocok banget dijadikan tempat foto prewed. Seperti 6 pantai pilihan Ojek Wisata Jogja berikut ini.

Pantai Jogan
Pantai Jogan by Picture.triptrus.com
Pantai Grojokan Manten (Jogan) merupakan salah satu gugusan pantai di Gunungkidul. Pesona pantai ini adalah adanya air terjun yang mengalir ke bibir pantai. Meski jalan turun menuju pantai agak curam, namun hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi wisatwan untuk berfoto di bawah air terjun.

Pantai Nglambor
Pantai Nglambor (Foto: Spadepicnic)
Pantai Nglambor, terletak tepat di sebelah pantai Jogan. Kedua pantai ini hanya terpisah tebing. Di pantai Nglambor, wisatawan bisa menyelam di periaran dangkal (snorkeling) lalu melihat keindahan biota laut yang ada di sana. Asik juga prewed di sini. Masih jarang ada yang berani prewed pas snorkeling.

Pantai Watu Lawang
Pantai watu lawang  (Foto: Ojek Wisata Jogja)
Pantai watu lawang adalah salah satu pantai pasir putih yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Padahal keindahan di pantai ini tidak kalah dengan yang lain, hanya saja akses jalan menuju pantai ini masih dari jalanan berbatu. Namun jika ingin mencari suasana pantai yang sepi dan tenang, pantai ini bisa menjadi pilihan.

Pantai Pok Tunggal
Pantai Pok Tunggal (Foto: Liburmulu)
Pantai pasir putih yang satu ini menjadi salah satu perimadona di Gunungkidul. Pantai Pok Tunggal menawarkan hamparan pesona pasir putih yang cukup luas. Wisatawan bisa memilih tempat untuk bersantai di tepi pantai yang sangat luas.

Pantai Sadranan
Pantai Sadranan  (Foto: Ojek Wisata Jogja)
Sadranan, merupakan salah satu pantai yang manawarkan wahana snorkeling. Selain itu, pantai Sadranan juga menyediakan tempat untuk bersantai ala-ala pantai di Bali.

Pantai Ngobaran
Pantai ngobaran  (Foto: Ojek wisata Jogja)
Pantai yang satu ini tidak hanya menawarkan keindahan pantai saja. Namun juga pesona budaya dan sejarah. Pasalnya di pantai ini tercapat pura, wihara, dan juga masjid yang menghadap ke selatan.

Sumber : Beritajogja.id

Kamis, 11 Februari 2016

Pantai Krakal, Pantai Di Yogya Yang Asyik Untuk Berselancar

Pantai Krakal, Pantai Di Yogya Yang Asyik Untuk Berselancar

Njogja.co.id
Pantai Krakal Wonosari Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata di Gunungkidul yang memiliki garis pantai panjang dan landai. Pantai ini kaya akan biota laut yang hidup di sela-sela karang. Selain itu, ombaknya yang cukup besar menjadikan Pantai Krakal sebagai salah satu lokasi surfing di Yogyakarta.

Salah satu ciri khas deretan pantai di Gunungkidul adalah berpasir putih dengan ombak khas pantai selatan yang cukup besar. Hal ini pulalah yang dimiliki oleh Pantai Krakal. Terletak bersebelahan dengan Pantai Sundak, pantai yang kerap dijadikan lokasi pengamatan biota laut oleh mahasiswa Biologi ini memiliki dua hal tersebut, pasir putih yang luas dan ombak yang cukup ganas.

Sebagian besar area Pantai Krakal dihiasi dengan batu karang yang menjadi rumah bagi beraneka ragam biota laut. Aneka ikan warna-warni hilir mudik di sela-sela batu karang dan air jernih. Bintang laut, landak laut, siput laut, dan biota lainnya juga hidup dengan harmoni. Saat air laut surut, wisatawan bisa berjalan di sela-sela karang. Namun pastikan Anda memakai alas kaki, sebab karang-karang tersebut cukup tajam dan bisa melukai.

Di sisi barat Pantai Krakal terdapat bukit karang yang ditumbuhi aneka tanaman. Anda bisa berjalan kaki lewat jalur setapak menuju tempat tersebut. Sesampainya di puncak, Anda bisa menyaksikan keindahan Pantai Krakal dari ketinggian. Saat senja, Anda bisa menyaksikan mentari yang perlahan lindap dengan jelas tanpa penghalang.

Lokasi Surfing di Yogyakarta
Tak banyak orang yang tahu bahwa selain Pantai Wediombo, Pantai Krakal juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk ditaklukkan. Namun untuk menemukan spot surfing ini para peselancar harus berjalan lebih dulu menuju deretan batu karang di lepas pantai untuk menyambut ombak bertipe reef break yang lumayan menguji nyali. Karangnya yang cukup tajam bisa melukai kaki dengan mudah, karena itu peselancar harus berhati-hati. Waktu terbaik untuk berselancar di Pantai Krakal adalah pada bulan Maret dan September. Jika beruntung, pada dry season tersebut para peselancar bisa menemukan ombak barrel.

Lokasi, Akses, dan Fasilitas
Pantai Krakal terletak di Desa Ngestiharjo, Tanjungsari, Gunungkidul. Dari Yogyakarta pantai ini berjarak 65 km dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan. Jalan menuju lokasi sudah bagus dan cukup luas sehingga bus pariwisata bisa masuk hingga areal parkir. Saat ini Pantai Krakal dikembangkan menjadi perkampungan wisata sehingga di tempat ini sudah ada penginapan dan rumah makan.


Sumber : Njogja.co.id

Hutan Pinus Mangunan, Spot Foto Selfie Sekaligus Tempat Prewedding Favorit di Jogja

Hutan Pinus Mangunan, Spot Foto Selfie Sekaligus Tempat Prewedding Favorit di Jogja

Njogja.co.id
Hutan Pinus Mangunan merupakan bagian dari Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan yang lokasinya tak jauh dari Imogiri. Karena itu orang-orang kerap menyebutnya dengan nama Hutan Pinus Imogiri. Di kawasan ini wisatawan bisa menyaksikan deretan pohon pinus yang tegak menjulang.

Hutan Pinus mangunan

Sinar mentari pagi menelusup dari celah-celah pucuk pinus, membiaskan garis-garis keemasan yang indah. Cahyanya lantas terpantul pada embun yang masih tersisa di dedaunan, menciptakan kabut tipisa yang indah. Itulah gamabran yang terekam ketika Anda berkunjung ke Hutan Pinus Mangunan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hutan Pinus Imogiri.
Ribuan pohon pinus berdiri dengan tegak laksana prajurit yang berbaris dengan teratur di kawasan seluas 500 Ha. Saat angin bertiup, akan terdengar harmoni alam yang berasal dari dersik daun-daun. Aroma khas hutan pinus pun menguar dengan tajam. Tak heran jika banyak pengunjung yang jatuh cinta dengan kawasan ini dan berkunjung untuk menikmati suasananya yang khas.

Hutan Pinus Mangunan tidak hanya menjanjikan ketenangan bagi jiwa. Tempat ini juga menawarkan view yang cantik untuk diabadikan dalam jepretan kamera, tak heran jika akhirnya Hutan Pinus Mangunan menjadi salah satu spot hunting foto favorit. Bukan hanya wisatawan yang ingin selfie, pasangan yang hendak menikah pun banyak yang menjadikan tempat ini sebagai setting foto prewedding mereka. Dengan sudut pengambilan gambar yang tepat, foto-foto berlatar hutan pinus nan rimbun ala-ala setting film Hollywood pun bisa didapat. Bagi wisatawan yang menyukai petualangan, Anda bisa trekking mengikuti jalur outbond Wartu Abang menuju sumber mata air Bengkung yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai lokasi pertapaan Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Lokasi dan Tiket Masuk

Hutan Pinus Mangunan terletak di Desa Dlingo, Mangunan, Bantul. Tidak ada tiket masuk yang perlu dibayarkan. Wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Cara Menuju Hutan Pinus Mangunan

Berhubung tidak ada transportasi publik yang melayani rute hingga kawasan hutan pinus maka wisatawan disarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Dari Yogyakarta bisa mengambil rute Terminal Yogyakarta – Jalan Imogoro Timur – Pertigaan Imogiri belok ke arah Makam Raja-raja Imogiri – Mangunan – Hutan Pinus Mangunan. Jika anda kesini dalam perjalanan pulang anda juga bisa mampir ke kuliner khas Imogiri atau Bantul yaitu Sate klathak Imogiri. Patut dicoba!

Sumber : Njogja.co.id
 
Copyright © 2014 newblogws3